Pada umumnya ada banyak hal yang menyebabkan laptop menjadi overheating alias terlalu panas baik itu penyebab dari hardware maupun juga dari setting sofware. Sedangkan laptop mati sendiri juga salah satu penyebabnya adalah karena terlalu panas tadi atau juga permasalahan pada software komputer Anda. Inti permasalahannya disini adalah penyebab komputer terlalu panas. Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan komputer menjadi overheating.

Penyebab laptop sering mati sendiri itu banyak, bisa dikarenakan oleh hardware dan software. Contoh untuk hardware : fan tidak berfungsi dengan baik banyak debu yang melekat pada hardware dll. sedangkan untuk software yaitu terjangkit virus. Penyebab laptop sering mati sendiri yaitu terjadinya overheat (kepanasan).

Jika sudah melakukan scan virus pada laptop dan antivirus sobat tidak menemukan secuil virus pun itu berarti laptop sobat mati sendiri bukan disebabkan oleh virus dan jika laptop sobat mati sendiri dan mengalami demam yang sangat tinggi itu bisa dipastikan laptop mati sendiri karena overheat alias kepanasan.

Dibawah ini ada beberapa tips agar komputer/laptop tidak cepat panas dan sering mati sendiri

1. Gunakan bidang datar sebagai pengalas laptop sobat

Main laptop di kasur, selimut, dan bidang yang memiliki permukaan tidak rata akan mempercepat proses pemanasan laptop karena sirkulasi panas tidak terhantar dengan baik , sebaiknya letakkan laptop anda di meja atau lantai ubin yang dinginu2026jika ingin menggunakan laptop dalam waktu yang lama.

2. Buat Ruang atau Celah di bawah permukaan laptop Anda

Menggunakan bidang datar sebagai alas laptop memang sedikit mengurangi pemanasan, tapi belum cukup, apalagi jika anda menggunakan laptop dalam waktu yang lama, untuk itu usahakan tidak semua permukaan laptop anda menyentuh meja sehingga ada ruang/celah yang memperlancar sirkulasi udara.

3. Gunakan Cooling pad (Kipas)

Menggunakan cara yang pertama dan kedua belum cukup untuk membuat laptop terhindar dari panas, tapi lebih sempurna lagi jika anda menggunakan cooling pad , karena sangat membantu untuk mempercepat proses pembuangan panas yang dihasilkan oleh laptop anda.

Dan ada juga tips lainnya yaitu:

  1. Harus dibedakan antara komputer cepat panas dengan komputer terlalu panas. Ada perbedaan antara processor AMD dengan Intel. Processor terbaru Intel hanya membolehkan panas sampai 72°C sedangkan AMD bisa sampai 85°C jadi ada perbedaan signifikan apabila diraba dengan tangan. Tetapi jika masalah panas ini kemudian menyebabkan komputer jadi lambat atau mati sendiri barulah jadi masalah.
  2. Kebocoran dari Power Suply. Jika terjadi kebocoran pada Power Suply, tegangan listrik keluar menuju mainboard dan komponen lain akan naik. Naiknya tegangan listrik ini akan menyebabkan 2 kemungkinan yaitu seluruh komponen listrik CPU jadi panas, atau salah satu/beberapa komponen langsung rusak. Solusinya; saya anjurkan agar menggunakan Stabilizator untuk menjaga tegangan listrik.
  3. Komputer digunakan main game. Jika komputer digunakan main game, maka untuk menampilkan permainan yang sempurna, ada setidaknya 3 komponen yang bekerja berat secara langsung yaitu Processor, Memory Utama dan VGA. Pekerjaan berat yang dilakukan terutama oleh Processor akan menimbulkan panas yang lumayan tinggi dan bisa saja menyebabkan komputer langsung mati sendiri. Solusinya; tambahkan kipas pengisap pada bagian belakang CPU untuk mengisap udara panas dari dalam.
  4. Kipas pendingin rusak, kotor berdebu. Jika kecepatan kipas sudah menurun atau sangat berdebu maka suply udara pendingin juga akan menurun sehingga Processor menjadi overheating. Solusinya; buka kipas pendingin, bersihkan dari debu lalu pastikan bahwa kipas tersebut masih berputar dengan normal. Kipas pendingin yang dicurigai sudah loyo sebaiknya diganti saja.
  5. Aluminium Heatsink (pendingin) Processor atau pada VGA berdebu/kotor. Jika kipas sudah tidak ada masalah, pastikan bahwa aluminium pendingin cukup bersih dari debu karena debu bisa menghambat proses pendinginan yang disuply oleh kipas. Solusinya; bersihkan heatsink ini dengan baik dan sebaiknya ini dilakukan setiap 6 bulan sekali.
  6. Kedudukan Aluminium Heatsink (pendingin) tidak tepat. Jika aluminium ini tidak menempel dengan tepat pada badan processor, maka processor akan overheat lalu kemudian komputer pasti mati sendiri. Solusinya; Jika anda bisa melakukannya (harap berhati-hati) buka kipas dan periksa apakah aluminium heatsink menempel dengan tepat pada Processor? Kalau perlu buka aluminium pendingin dan bersihkan pasta pada permukaan permukaan processor lalu oleskan kembali pasta yang baru(mengenai pasta untuk processor banyak dijual ditoko spare part komputer)
  7. Setting BIOS. Jika Anda melakukan overclok pada BIOS maka salah satu resikonya adalah komputer akan menjadi panas, bahkan yang terburuk adalah bisa menyebabkan komputer tidak berfungsi sama sekali. Solusinya; jika overclok ini penyebabnya, selakan kembalikan BIOS ke posisi normal kembali.

Semoga cara diatas dapat membantu agar laptop tidak sering mati sendiri.

Print Friendly